• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selamat Datang di Blog Achmad Dini Alawi SMK PRESTASI PRIMA Bidang keahlian Rekayasa Perangkat Lunak ( RPL ). http://www.ictlabs.tk

Selasa, 25 Oktober 2016

Belajar Web Programming

08.37 // by @dinialawi




Ingin Belajar Web Programming, Harus Mulai Dari Mana?


Pertanyaan diatas sangat sering diajukan oleh programmer pemula atau kalangan awam yang ingin mulai belajar web programming. Saya juga sering ditanya terkait masalah ini baik melalui email maupun dari kolom komentar yang ada di duniailkom. Ini sangat sangat bisa dimaklumi, karena saking beragamnya materi terkait web programming, banyak programmer pemula bingung mesti memulai dari mana.
Oleh karena itu saya memutuskan untuk membuat artikel khusus mengenai hal ini, dan semoga bisa menjadi panduan dasar untuk rekan-rekan semua :)

Ingin belajar web programming, harus mulai dari mana?” Pertanyaan ini juga ada dipikiran saya sewaktu mulai belajar web programming, apakah mesti belajar algoritma dulu? HTMLPHP? atau apa? Juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi web programmer yang ahli?
Saya akan mencoba menjawab semua pertanyaan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Bagi rekan-rekan yang sudah lama ‘makan asam garam’ web programming, mungkin memiliki pendapat berbeda, silahkan tinggalkan komentar di akhir artikel… :)

Saya ingin mempelajari web programming, harus memulai dari mana?

Jawaban singkatnya: mulai dari HTML.
HTML adalah inti dari seluruh halaman web. Sangat mustahil untuk membuat website tanpa memiliki dasar pengetahuan tentang HTML. Untungnya, HTML juga sangat mudah dipelajari. Anda tidak perlu memiliki dasar programming atau pengetahuan tentang algoritma apapun. Satu-satunya kemampuan yang dibutuhkan adalah anda sudah cukup familiar dengan cara penggunaan web browser seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox.
Duniailkom telah menyediakan tutorial dasar dan tutorial lanjutan seputar HTML. Anda bisa memulainya di sini: Tutorial Belajar HTML Dasar untuk Pemula.
Apabila ‘serius’ ingin mendalami HTML, Duniailkom telah menyediakan eBook khusus yang membahas hampir seluruh materi dasar seputar HTML. Mulai dari pengertian HTML, menginstall Notepad++ sebagai editor HTML, hingga materi lanjutan HTML5 seperti form validation, tag <audio>, tag <video> dan tag <canvas>. Penjelasan lebih lanjut tentang eBook HTML bisa ke: HTML Uncover – Panduan Belajar HTML Lengkap untuk Pemula.

Setelah HTML, lanjut kemana?

Jika anda sudah menguasai HTML (minimal dasar-dasar HTML), bisa memilih antara CSS atauPHP. Apabila berminat dengan web design, silahkan lanjut mempelajari CSS. Apabila anda ingin membuat aplikasi web seperti pemrosesan form, menyimpan data ke database, membuat laporan, dll bisa lanjut ke PHP.
Saya pribadi lebih menyarankan untuk lanjut ke CSS. Dengan demikian, akan memiliki dasar yang pas dan bisa memahami bagaimana cara membuat tampilan website dan mempercantik desain halaman web.
Sama seperti HTML, CSS juga tidak membutuhkan pengetahuan apapun terkait programming. Baik CSS maupun HTML sebenarnya bukanlah sebuah ‘bahasa pemrograman’. Keduanya adalah bahasa struktur yang terdiri dari perintah-perintah sederhana (walaupun CSS mungkin ‘sedikit’lebih rumit daripada HTML).
Duniailkom juga sudah menyediakan Tutorial CSS dasar yang bisa menjadi panduan untuk memulai belajar CSS.
Saat ini sudah tersedia eBook CSS Uncover. Pembahasan tentang dasar-dasar CSS akan dibahas dengan lengkap, mulai dari dasar penulisan CSS hingga CSS3. Termasuk cara membuat halaman web responsive yang sudah menjadi standar web design saat ini.

Web Programming dengan PHP

Selanjutnya, setelah mempelajari HTML dan CSS, anda bisa lanjut ke PHP. Berbeda dengan HTML dan CSS, PHP ‘murni’ sebuah bahasa pemrograman komputer. HTML dan CSS sendiri belum bisa dikatakan bahasa pemrograman, tapi lebih ke bahasa kode. Di PHP inilah web programming yang sebenarnya.
PHP digunakan untuk membuat ‘program’ sebenarnya dari sebuah website. Mulai dari mengatur alur logika, memproses hasil form HTML, hingga berkomunikasi dengan database seperti MySQL. Jika anda membuat sebuah website modern, 80% waktu akan anda habiskan membuat kode program PHP, terutama website kaya fitur seperti sistem informasi, ujian online, portal berita, dll.
Untuk dapat mempelajari PHP, sebaiknya punya dasar-dasar programming. Walaupun begitu, Duniailkom telah menyediakan tutorial PHP dasar untuk pemula yang dilengkapi langkah-langkah dari awal, sehingga anda bisa mempelajari PHP walaupun tidak memiliki dasar programming.
Untuk materi PHP yang lebih lengkap, anda bisa lanjut ke eBook PHP Uncover Duniailkom. Dengan tebal buku 640 halaman A4, saya membahas berbagai materi dasar PHP dengan cukup detail. Diakhir buku akan tersedia studi kasus membuat aplikasi sistem informasi sederhana / aplikasi CRUD.

Menyimpan Data di Database MySQL

Ketika membuat website dengan PHP, kadang kita perlu untuk menyimpan data seperti registrasi user, laporan penjualan, hasil perhitungan, dll. Media penyimpanan ini dikenal dengan database.
Terdapat beragam aplikasi database yang bisa digunakan, saat ini aplikasi database yang paling populer untuk web programming adalah MySQL. Anda bisa mempelajari MySQL pada saat bersamaan dengan PHP atau fokus ke PHP, baru kemudian lanjut ke MySQL.
Jika anda mengikuti perkembangan terbaru web programming, sekarang juga muncul aplikasi database baru: MariaDBMariaDB sebenarnya adalah ‘cloningan‘ dari MySQL. Seluruh perintah di MySQL tetap berjalan di MariaDB. Oleh karena itu anda tidak perlu khawatir untuk mulai belajar MySQL (walaupun nantinya akan menggunakan MariaDB).
Duniailkom juga telah menyediakan Tutorial Belajar MySQL Dasar.

Animasi dengan JavaScript

Materi terakhir yang perlu dikuasai adalah JavaScript. Sama seperti PHP, JavaScript merupakan bahasa pemrograman murni.
JavaScript diperlukan untuk membuat halaman website yang interaktif, seperti apa yang terjadi ketika sebuah tombol di-klik, menampilkan pesan kesalahan jika salah mengisi form, membuat animasi hingga game online berbasis web.
Sebenarnya, anda bisa langsung mempelajari JavaScript setelah belajar HTML, tapi saya menyarankan untuk masuk ke JavaScript setelah paham PHP, terutama jika anda belum pernah mempelajari bahasa pemrograman komputer sebelumnya.
JavaScript menggunakan konsep pemrograman berbasis objek (Object Oriented Programming). Konsep OOP cukup sulit untuk pemula (terutama jika anda belum pernah belajar OOP). Walaupun begitu, dengan materi dan panduan yang sesuai, belajar JavaScript sangat menyenangkan. Fitur dan hasil akhir yang bisa didapat dengan JavaScript sangat menarik, seperti animasi, konten interaktif, dll.
Tutorial JavaScript dapat dipelajari di sini: Tutorial Belajar JavaScript Dasar untuk Pemula

HTML + CSS + PHP + MySQL + JavaScript, berapa lama untuk menguasai semua ini?

Jawabnya: tergantung :)
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Pertama, kata-kata ‘menguasai’ disini sangat relatif.
Untuk sekedar ‘tahu’ tentang fungsi masing-masing ‘bahasa’ ini, anda bisa meluangkan waktu sekitar 1 minggu (hari pertama belajar HTML, hari kedua belajar CSS, dst). Tapi sekali lagi, ini hanya untuk sekedar ‘tahu’, itupun jika anda tidak pusing dengan pembahasan masing2nya :)
Bahasan untuk setiap ‘bahasa’ ini sangat banyak. Apabila anda melihat-lihat buku terbitan luar seperti di amazon.com, beberapa buku bahkan memiliki hingga 1000 halaman, dan itu hanya khusus membahas satu macam materi seperti HTML saja, PHP saja, atau JavaScript saja. Buku manual resmi PHP dan MySQL bahkan bisa mencapai 2000 halaman.
Jadi, mungkin pertanyaannya bisa dibalik, yakni seberapa banyak yang ingin anda pahami? Dengan asumsi setiap hari meluangkan waktu 4-5 jam untuk belajar, dalam 1 bulan anda bisa dianggap sudah menguasai 1 materi (+ beberapa minggu untuk latihan kode program), sehingga total dalam 5 bulan sudah bisa menguasai HTML, CSS, PHP, MySQL, dan JavaScript. Ini dengan catatan anda sudah memiliki sumber bacaan yang mudah dipahami seperti buku, ebook, maupun tutorial online.

Huff, baiklah saya sudah cukup paham tentang HTML, CSS, PHP, MySQL, dan JavaScript, jadi apakah sudah selesai?

Sekali lagi, ini tergantung dari berbagai faktor. Jika anda berniat mempelajari web programming sebagai ‘hobi’ atau sekedar mengisi waktu luang, memahami kelima bahasa pemrograman web diatas dirasa sudah cukup. Tapi bagi anda yang berniat serius terjun ke dunia web programming, atau bahkan ingin memiliki karir sebagai web programmer, ini baru sebagai “gerbang awal”.
Dunia ilmu komputer, terutama web programming berkembang dengan sangat cepat. Setiap bulan (jika bukan setiap hari) lahir teknologi baru yang bisa digunakan untuk membuat website yang lebih “wah” dari sebelumnya. Teknologi ini hadir dalam bentuk library, plugin, framework, CMS atau bahkan sebuah bahasa pemrograman baru.
Library, plugin, framework atau CMS adalah kumpulan kode program yang bisa digunakan untuk menghasilkan website dalam waktu singkat, atau menyediakan beragam fungsi ‘siap pakai’. Hampir seluruh website modern menggunakannya.
Sebagai contoh, di dalam bahasa pemrograman PHP, anda juga akan dituntut untuk memahamiframeworkFramework adalah kumpulan kode program dengan aturan tertentu yang bisa digunakan untuk menghasilkan website dengan cepat. Beberapa framework PHP yang cukup terkenal adalah Laravel, Code Igniter, Yii Framework, dan Zend Framework.
Dari sisi desain web (CSS), terdapat framework seperti Bootstrap dan Zurb Fondation. Selain itu ada juga teknologi CSS preprocessor seperti Less dan Sass.
Untuk JavaScript tersedia berbagai teknologi library seperti jQuery, framework AngularJS, dan juga Node.js. Khusus untuk jQuery, duniailkom juga telah menyediakan tutorial dasarnya: Tutorial jQuery untuk pemula. Tp sebelum kesini, wajib sudah paham HTML dan JavaScript.
Melihat banyaknya teknologi yang harus dikuasai, pada titik ini umumnya anda harus memilih akan fokus kemana. Jika fokus ke web designer (dikenal juga sebagai front-end developer), kuasai secara mendalam HTML+CSS+JavaScript beserta frameworknya. Jika anda ingin fokus keweb programmer (dikenal juga dengan back-end developer), khususkan diri untuk mendalami PHP, MySQL dan berbagai framework-nya.
Sebagai pembuktian untuk kebutuhan akan framework, silahkan anda lihat lowongan kerja web programmer. Hampir semuanya membutuhkan syarat menguasai beberapa framework sepertiCode Igniter, Laravel, atau jQuery.

Wah banyak banget yang harus dikuasai mas…

Lagi-lagi, ini tergantung dengan tujuan anda mempelajari web programming. Jika butuh untuk keperluan edukasi seperti tugas sekolah / membuat skripsi, silahkan fokus untuk menyelesaikannya, gunakan web programming sebagai ‘media’ untuk mencapai tujuan ini.
Tetapi jika anda serius ingin berkarir sebagai programmer, mempelajari setiap teknologi ini akan terasa sangat menyenangkan. Istilahnya, tiada hari tanpa ngoding :)
Saya (dan duniailkom) akan mencoba membantu anda dalam menguasai berbagai teknologi web programming. Walaupun masih jauh dari sempurna, tutorial yang ada bisa dijadikan sebagai penuntun dasar dalam belajar web programming. Secara reguler duniailkom juga akan menerbitkan eBook khusus dengan pembahasan yang lebih detail, yang saat ini sudah tersedia adalah eBook HTML UncoverCSS Uncover, dan PHP Uncover.

Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan gambaran apa yang akan anda hadapi dan apa yang harus anda kuasai untuk menjadi web programmer. Mudah-mudahan bermanfaat, dan jika ada ide/saran/pertanyaan/berbagi pengalaman, silahkan tinggalkan sepatah dua patah kata di kolom komentar :)

Senin, 19 Oktober 2015

TINGKAT KESEHATAN BPR

18.55 // by @dinialawi

Memahami Penilaian TKS Bank Perkreditan Rakyat

PENGERTIAN

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank merupakan pendekatan kualitatif dari berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank dengan menilai beberapa faktor yang meliputi permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas (CAMEL).
 
TUJUAN PENILAIAN
Tolok ukur bagi manajemen untuk mengetahui apakah pengelolaan bank dilakukan sejalan     dengan azas-azas perbankan yang sehat, prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan ketentuan yang belaku. Tolok ukur untuk menetapkan arah pembinaan dan pengembangan bank baik secara individual maupun perbankan nasional secara keseluruhan.
 
PENILAIAN TKS
Penilaian dilakukan dengan mengkuantifikasi aspek CAMEL dan faktor penilaian terhadap pelaksanaan ketentuan yang sanksinya dikaitkan dengan tingkat kesehatan. Penilaian menggunakan sistem kredit dengan nilai 0 s/d 100.
 
Tingkat kesehatan digolongkan dalam 4 kategori

 

  • 81      s/d     100    Sehat
  • 66      s/d     <81    Cukup Sehat
  • 51      s/d     <66    Kurang Sehat
  • 0        s/d     <51    Tidak Sehat

UNSUR-UNSUR PENILAIAN

a. PERMODALAN
     Rasio Kecukupan Modal Minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR)
b. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
     Rasio Kualitas Aktiva Prduktif (KAP)
     Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)
c. MANAJEMEN
     Manajemen Umum
     Manajemen Risiko
d. RENTABILITAS
     Rasio Return On Assets (ROA)
     Rasio Beban Operasional thd Pendapatan Operasional (BOPO)
e. LIKUIDITAS
     Cash Ratio (CR)
     Loan to Deposit Ratio (LDR)

 

1. PERMODALAN / CAPITAL
CAR (Capital Adequacy Ratio) atau Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) merupakan indikator terhadap    kemampuan bank dalam rangka pengembangan usaha dan menanggulangi risiko kerugian.
 
Penyediaan modal didasarkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).
 
             Rasio CAR   = Modal / ATMR  x 100 %
 
CAR = 8%, predikat Sehat,   Nilai Kredit (NK) = 81
Setiap kenaikan 0,1%   NK +1, max 100
 
Rasio dibawah 8% atau 7,9%, Kurang Sehat, NK=65
Setiap penurunan 0,1% dari 7,9%   NK -1, min 0
 
Hasil Penilaian:
  >= 8%                 Sehat
  6.5% s/d <8%  Kurang Sehat
  <6.5%                 Tidak Sehat
 
2. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF / ASSET QUALITY
 
Penilaian Kualitas Aktiva Produktif menggunakan Rasio Kualitas Aktiva Produktif dan Rasio PPAP.
 
RASIO KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF:
Menunjukkan kualitas penanaman aktiva produktif.
 
Aktiva produktif diklasifikasikan (APD):
·   50%   x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Kurang Lancar
·   75%   x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Diragukan
·   100% x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Macet
 
Unsur Aktiva Produktif (AP) dari:
·   Kredit yg diberikan
·   Penempatan pada bank lain (kecuali giro)
                         
    Rasio KAP =  APD / AP x 100%
                 
 
Penilaian Rasio KAP:
  Rasio KAP >=22,5%   NK=0
  Setiap penurunan 0,15%   NK +1, max 100
 
Hasil Penilaian:
  0,00%  s/d   <= 10.35%  Sehat
  >10,35%   s/d   <= 12,60%  Cukup Sehat
  >12,60%  s/d  <= 14,85%  Kurang Sehat
  >14,85%  Tidak Sehat
 
 
RASIO PPAP:
 
Rasio PPAP merupakan perbandingan antara PPAP yg telah dibentuk dengan PPAP yg wajib dibentuk.
 
Penilaian Rasio PPAP:
  Rasio PPAP = 0  NK = 0
  Setiap kenaikan 1%  NK +1, max 100
 
Hasil Penilaian:
  >=81,0%  Sehat
  >=66,0%  s/d  <81,0%  Cukup Sehat
  >=51,0%  s/d  <66,0%  Kurang Sehat
  <  51,0%  Tidak Sehat

 

3. MANAJEMEN

•        Menilai kualitas manajemen bank.
•        Penilaian faktor manajemen meliputi manajemen umum dan manajemen risiko, yang terdiri dari 25 aspek , yaitu:
•        10 aspek manajemen umum dan
•        15 aspek manajemen risiko.
•        Skala penilaian 0,1,2,3,4 dimana 0 adalah kondisi lemah dan 4 adalah kondisi baik.
 
Manajemen Umum:
Strategi/Sasaran:
1.   Rencana kerja tahunan bank digunakan sbg acuan kegiatan usaha bank selama 1 tahun.
 
Struktur:
  1. Bagan organisasi yang ada telah mencerminkan seluruh kegiatan bank dan tidak terdapat jabatan kosong atau perangkapan jabatan yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas.
  2. Bank memiliki batasan tugas dan wewenang yg jelas untuk masing-masing karyawannya yg tercermin pada kegiatan operasionalnya.

Sistem:

  1. Kegiatan operasional dari pemberian kredit telah dilaksanakan sesuai dengan sistem dan prosedur yang tertulis.
  2. Pencatatan setiap transaksi dilakukan secara akurat dan laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan yg berlaku.
  3. Bank mempunyai sistem pengamanan yg baik terhadap semua dokumen penting.
  4. Pimpinan senantiasa melakukan pengawasan  terhadap perkembangan dan pelaksanaan kegiatan.
Kepemimpinan:
  1. Pengambilan keputusan-keputusan yang bersifat operasional dilakukan oleh Direksi secara independen.
  2. Pimpinan bank komit untuk menangani permasalahan bank yang dihadapi serta senantiasa melakukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
  3. Direksi dan karyawan memiliki tertib kerja yang meliputi disiplin kerja serta komitmen dan didukung sarana kerja yang memadai dalam melaksanakan pekerjaan.
 
Manajemen Risiko:
Risiko Likuiditas:
  1. Bank melakukan pemantauan dan pencatatan tagihan dan kewajiban yang jatuh tempo untuk mencegah kemungkinan timbulnya kesulitan likuiditas.
  2. Bank senantiasa memelihara likuiditas dengan baik.
Risiko Kredit:
  1. Dalam memberikan kredit bank melakukan analisis terhadap kemampuan debitur   membayar  kembali kewajibannya.
  2. Setelah kredit diberikan bank melakukan pemantauan terhadap penggunaan kredit, serta kemampuan dan kepatuhan debitur dalam memenuhi kewajibannya.
  3. Bank melakukan peninjauan, penilaian dan pengikatan terhadap agunan.
Risiko Operasional:
  1. Bank menerapkan kebijaksanaan pembentukan penyisihan penghapusan piutang berdasarkan prinsip kehati-hatian.
  2. Bank tidak menetapkan persyaratan yang lebih ringan kepada pemilik/pengurus bank untuk memperoleh fasilitas dari bank.
  3. Pimpinan senantiasa melakukan tindak lanjut secara efektif terhadap temuan hasil pemeriksaan oleh Bank Indonesia.
Risiko Hukum:
  1. Perjanjian kredit telah sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Bank telah memastikan bahwa agunan yang diterima telah memenuhi persyaratan ketentuan yang berlaku.
  3. Bank menatausahakan secara baik dan aman blangko bilyet deposito dan buku tabungan yang belum digunakan (kosong) dan blangko bilyet deposito yang telah dicairkan dananya serta buku tabungan yang dikembalikan ke bank karena rekeningnya telah ditutup.
 
Risiko Pemilik/Pengurus:
  1. Pemilik bank tidak mencampuri kegiatan operasional sehari-hari yang cenderung menguntungkan kepentingan sendiri, keluarga atau grupnya sehingga merugikan bank.
  2. Pemilik bank mempunyai kemampuan untuk meningkatkan permodalan bank sehingga senantiasa memenuhi ketentuan yang berlaku.
  3. Direksi bank di dalam melaksanakan kegiatan operasional tidak melakukan hal-hal yang cenderung menguntungkan diri sendiri, keluarga dan grupnya atau berpotensi akan merugikan bank.
  4. Dewan Komisaris/Pengawas melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas direksi dalam batasan dan wewenang yang jelas, yang dilakukan secara efektif.
 

4. RENTABILITAS / EARNING

Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam pengelolaan aktiva dan tingkat efisiensi operasionalnya.
Rentabilitas diukur dengan 2 rasio berikut:
 
RASIO ROA:
ROA = Laba sebelum pajak/Rata-rata Total Aset x 100%
                     dimana rata-rata total aset dihitung selama 12 bulan terakhir.
RASIO BOPO:
           BOPO = Beban Operasional / Pendapatan Operational x 100%
 
Penilaian ROA:
  Rasio ROA = 0 atau negatif,   NK = 0
  Setiap kenaikan 0,015%   NK +1, max 100
 
Hasil Penilaian:
  >= 1,215%                               Sehat
  >= 0,999% s/d < 1,215%  Cukup Sehat
  >= 9,765% s/d < 0,999%  Kurang Sehat
  < 0,765%                                 Tidak Sehat
 
Penilaian BOPO:
  Rasio BOPO = 100 atau lebih, NK = 0
  Setiap penurunan 0,08%,   NK +1, max 100
 
Hasil Penilaian:
  <= 93,52%                                  Sehat
  >= 93,52% s/d < 94,72%%  Cukup Sehat
  >= 94,72% s/d < 95,92%     Kurang Sehat
  < 95,92%                                     Tidak Sehat
 
 
5. LIKUILITAS / LIQUIDITY
 
Aspek likuiditas diukur dengan rasio berikut:
 
CASH RATIO:
Untuk mengukur kemampuan bank memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid yang dimiliki bank.
 
Cash Ratio  = Alat likuid / Hutang Lancar x 100 %
 
Alat Likuid  :
    1. Kas
    2. Giro/tabungan pada bank lain
    3. Dikurangi Antar Bank Pasiva
Hutang Lancar :
    1. Kewajiban Segera Dapat Dibayar
    2. Tabungan dan Deposito Masyarakat
    3. Deposito/Pinjaman bank lain <= 3 bln
 
Penilaian Cash Ratio:
  Rasio 0%,   NK = 0,
  setiap kenaikan 0,05%    NK +1, max 100
 
Hasil Penilaian:
  >= 4,05%                              Sehat
  >= 3,30%  s/d < 4,05%   Cukup Sehat
  >= 2,55%  s/d < 3,30%   Kurang Sehat
  < 2,55%                                 Tidak Sehat
 
LOAN TO DEPOSIT RATIO:
Untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan dana sendiri yang digunakan.
 
LDR = Kredit yang diberikan / Dana yang diterima x 100%
 
Dana Diterima :
    1. Deposito dan Tabungan Masyarakat
    2. Pinjaman/Deposito bank lain > 3 bln
    3. Modal Inti
    4. Modal Pinjaman
 
Penilaian Rasio LDR:
Rasio >115%,   NK = 0,
setiap penurunan 1%,   NK +4, max 100
 
Hasil Penilaian:
   <= 94,75%                                Sehat
  > 94,75%  s/d <= 98,50%   Cukup Sehat
  >98,50%  s/d <= 102,25%  Kurang Sehat
  >102,25%                                  Tidak Sehat
 
TKS
Untitled
 
 
 
 
 
Posted in bank perkreditan rakyatmicrofinance | Tagg

Selasa, 18 Agustus 2015

TIPS MEMBUAT UKURAN PASS FOTO DI WORD

01.12 // by @dinialawi

Cara Membuat Ukuran Foto di Microsoft Word

 



Selain Photoshop, CorelDraw, ternyata Microsoft Word juga bisa untuk membuat ukuran foto seperti 2x3, 4x3, 4x6 dan seterusnya. Disini kita bukan membuat ukuran foto dengan menerka-nerka atau menebak-nebak ukuran foto yang kita inginkan, tapi dengan menentukan ukuran "cm" (centimeter) :

Sebelum memulai ada baiknya kita mengenal macam-macam ukuran foto :

Dalam hal ini ukuran foto bukan menggunakan format Panjang x Lebar tapi Lebar + Panjang

 

Jenis Ukuran

Ukuran dalam Inci 

Ukuran dalam cm

Ukuran 2x3

Ukuran foto KTP

2   x   2,7 cm 

Ukuran 3x4

Ukuran foto Ijazah

2,8   x   3,8 cm

Ukuran 4x6

Ukuran foto SKCK

3,8    x    5,6 cm

Ukuran 2R

2     x   3,5  inci

5,6  x  8,9 cm

Ukuran 3R

 3,5     x    5   inci

8,9  x  12,7 cm

Ukuran 4R

4      x    6   inci

10,2  x  15,2 cm

Ukuran 5R

5      x    7  inci

12,7   x   17,8 cm

Ukuran 6R 

6      x     8  inci 

15,2   x   20,3 cm

Ukuran 8R

8      x   10  inci

20,3   x   25,4 cm

Ukuran 8R Jbo

8     x    12  inci

20,3   x   30,5 cm

Ukuran 11R

11    x    14  inci

28     x   35 cm

Ukuran 12R 

12    x    15 inci

30     x   40 cm

Ukuran 12R Jbo

12    x    18 inci

30     x   45 cm

Ukuran 16R

16    x     20 inci

40    x    50 cm

Ukuran 20R

20    x    24 inci

50    x    60 cm

Ukuran 22R

20    x    29,5 inci

50    x    75 cm

Ukuran 24R

24    x    31,5 inci

60    x    90 cm

Ukuran 30R

30    x     40  inci

75    x  100 cm

Ukuran A4

8,268    x    11,693  inci

21    x  29,7 cm

Ukuran A3

11,693    x    16,535  inci

29,7  x   42 cm

Ukuran B5

6.929   x   9.843 inci

17.6  x  25 cm

Ukuran B4

9.843   x   13.898 inci

25   x   35,3 cm

Ukuran B3

13.898  x   19.685 inci

35,3  x   50 cm

Sumber ukuran : http://www.pakdenanto.com/2010/10/macam-macam-ukuran-foto.html

 

Berikut cara membuat ukuran foto di Microsoft Word :

  1. Buka Microsoft Word 
  2. Copy Foto/Gambar yang ingin diubah ukurannya ke Microsoft Word tadi
  3. Maka otomatis akan terpilih Ribbon/tab Format kemudian hilangkan centang/tanda ceklis Lock aspect ratio dan Relative to original picture size
  4. Isi kolom Height (tinggi) dan Widht (lebar) sesuai dengan ukuran Foto/Gambar yang di inginkan, jika kurang jelas perhatikan screenshot dibawah ini

 

  1. Jika sudah kemudian klik tombol Close

Cara ini tidak untuk ukuran foto aslinya (foto/gambar yang di copy tadi) melainkan hanya untuk di Microsoft Word kemudian langsung di Print.

Sekian semoga bermanfaat. 

Senin, 17 Agustus 2015

SOLUSI ATM SWITCHING

19.44 // by @dinialawi

ATM Switching



Selain core banking, maka elemen teknologi yang vital dimiliki oleh bank adalah ATM Switching.
Solusi ATM Switching ini dikenalnya dengan nama yang berbeda-beda.


Walaupun di dunia internasional solusi ini disebut dengan EFT Switching (Electronic Fund Transfer Switch), namun di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan ATM Switching. Penamaan ini sebenarnya kurang tepat karena solusi ini juga digunakan untuk men-drive POS / EDC (Electronic Data Capture).
Perlu untuk diketahui bahwa istilah ATM Switching merujuk pada software yang digunakan untuk men-drive channel-channel fisik (seperti ATM dan EDC), berfungsi melakukan otorisasi dan transaction routing, dan pertukaran data elektronik.

Solusi ATM Switch digunakan untuk menjadi penghubung antara channel-channel fisik bank (seperti branch, POS/EDC. ATM, Internet Banking dan Mobile Banking) dengan Core Banking system. Solusi ini juga menghandle koneksi ke arah pihak ketiga seperti Local National Switch (Artajasa/ATM Bersama, ALTO, Link, Rintis / Prima), Internasional Switch (Visa, MasterCard, Amex), Payment Provider (PLN, Telkom, Airline).

Solusi ini prinsipnya meneruskan message transaction dari channel untuk kemudian di-otorisasi di level switch sebelum kemudian diteruskan ke host maupun pihak ketiga. Di sekitar solusi ATM Switching ini biasanya terdapat interface-interface yang fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan diadakannya koneksi tersebut. Umumnya format message yang digunakan oleh interface dalam berkomunikasi adalah ISO8583 (umumnya di Indonesia masih mempergunakan ISO8583 tahun 1987) atau yang paling baru adalah dengan XML (Biasanya interface ini digunakan untuk berkomunikasi dengan internet banking atau mobile banking)
Untuk solusi implementasi ATM bisa hubungi kami : 08-52-17-430-430

PROFESI DI BIDANG IT ( INFORMASI & TEKNOLOGI )

19.06 // by @dinialawi

Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas.

Munculnya bidang IT yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing.



Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang IT yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan IT atau Teknologi informasi.


  • Programmer adalah orang yang membuat suatu aplikasi untuk client/user baik untuk perusahaan, instansi ataupun perorangan.


Tugas :
Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.

Kualifikasi :
Menguasai logika dan algoritma pemrograman
Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.
Memahami SQL
Menguasai bahasa inggris IT


  • IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.


Tugas:
Install software
Memperbaiki hardware
Membuat jaringan

Kualifikasi:
Menguasai bagian-bagian hardware komputer
Mengetahui cara install program atau aplikasi software
Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer


  • Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.


Tugas:
Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software

Kualifikasi:
Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst
Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll.


  • Database Administrator adalah mereka yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi, memelihara dan memperbaiki database.


Tugas:
Menginstal perangkat lunak baru
Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
Mengelola keamanan database
Analisa data di database

Kualifikasi:
Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi
Menguasai teknologi server dan storage.


  • Web Administrator adalah seseorang yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.


Tugas:
Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)
Merawat hosting dan domain
Mengatur keamanan server dan firewall
Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user

Kualifikasi:
Menguasai keahlian seorang programmer
Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)
Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)


  • Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.


Tugas:
Menganalisa kebutuhan sistem
Merancang web atau situs (desain dan program)
Mengaktifkan domain dan hosting
Pemeliharaan situs dan promosi

Kualifikasi:
Menguasai pemrograman web
Menguasai pengelolaan database
Mengerti domain dan hosting
Menguasai sistem jaringan


  • Web Designer adalah mereka yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta design untuk kepentingan promosi situs secara visual.


Tugas:
Mendesain tampilan situs
Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman

Kualifikasi:
Menguasai HTML, CSS dan XHTML
Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
Memiliki jiwa seni dan harus kreatif
Itulah aneka profesi di bidang IT yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.


  • Network Engineer adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

Tugas :
Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi
Mengatur email, anti spam dan virus protection
Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi
Mengawasi penggunaan jaringan

Kualifikasi :
Menguasai server, workstation dan hub/switch


  • System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

Tugas :
Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction
Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer
Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer Kualifikasi :
Menguasai keahlian sebagai programmer
Menguasai metode dan best practice pemrograman
Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini

Sumber


Deskripsi Kerja Profesi IT

Berikut ini merupakan beberapa deskripsi kerja (job description) dari beberapa profesi yang terdapat di bidang IT.

1. IT Programmer

• Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
• Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
• Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
• Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun  eksternal.
• Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.
• Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
• Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan.
• Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.

2. System Analyst

• Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
• Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
• Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
• Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
• Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
• Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
• Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
• Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.
• Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
• Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
• Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
• Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan
• Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.

3. IT Project Manager

• Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
• Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
• Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
• Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
• Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
• Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
• Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
• Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.

4. IT Support Officer

• Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
• Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
• Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
• Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
• Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
• Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan departement regular.

5. Network Administrator

• Maintain dan perawatan jaringan LAN.
• Archive data.
• Maintain dan perawatan komputer.

6. Network Engineer

• Maintenance LAN dan Koneksi Internet
• Maintenance hardware
• Maintenance database dan file
• Help Desk
• Inventory

7. Network and Computer Systems Administrators

• Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
• Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
• Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
• Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
• Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
• Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
• Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
• Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
• Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
• Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.

8. Network Systems and Data Communications Analysts

• Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
• Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
• Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
• Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
• Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
• Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
• Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
• Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
• Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
• Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.

9. Web Administrators

• Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
• Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
• Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
• Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
• Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
• Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
• Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
• Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
• Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

10. Web Developers

• Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
• Melakukan atau update situs web langsung.
• Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
• Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
• Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
• Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
• Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
• Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
• Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

11. Computer Security Specialists

• Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
• Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
• Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
• Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
• Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
• Memodifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
• Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
• Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
• Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.

• Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.

Sumber


Standar Profesi di Indonesia Dan Regional

Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.

 
Gambar 1. Implementasi Standardisasi Profesi bidang TI di Indonesia
 
Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai beriku :


  • Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi
  • Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
  • Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
  • Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
  • Penerapan mekanisme re-sertifikasi
Promosi Standard Profesi Teknologi Informasi
 

Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :


  • Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996.
  • Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
  • Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.

Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.

Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.


                                                   Gambar 2. Promosi model SRIG-PS

Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.


  • Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
  • Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
  • Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
  • Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
  • Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :


  • Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
  • Presentasi secara formal di tiap negara anggota.
  • Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
  • Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
  • Melakukan evaluasi dan pengujian
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus
  • Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini.


Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :


  • Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
  • Presentasi formal di negara anggota
  • Membantu implementasi standar di negara anggota
  • Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman.

Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.
Gambar 3.Model Interaksi Sistem Sertifikasi Profesional TI
 
 
Sertifikasi sebaiknya dilaksanakan oleh IPKIN sebagai Asosiasi Komputer Indonesia. Pemerintah diharapkan akan mengakui sertifikat ini, dan memperkenalkan dan mendorong implementasinya di industri. Dalam mengimplementasikan mekanisme sertifikasi, beberapa badan perlu dibentuk.


  • Badan Penguji harus dibentuk dan institusi pendidikan sebaiknya dilibatkan dalam mekanisme ini. Hal ini perlu karena institusi pendidikan memiliki pengalaman dalam memberikan ujian.
  • Panitia Persiapan Ujian, mempersiakan kebutuhan administrasi, pendaftaran, penjadwalan, pengumpulan maeri ujian.
  • Pelaksana Ujian, mempersiapkan tempat ujian dan melaksanakan ujian. Menyerahkan hasil ujian kepada Badan Penguji untuk diperiksa, mengolah hasil dan memberikan hasil kepada IPKIN
  • Pelaksana akreditasi training centre, untuk kebutuhan resertifikasi maka perlu dibentuk badan yang melakukan penilaian terhadap pelaksana pusat pelatihan, tetapi hal ini baru dilaksanakan setelah 5 tahun sistem sertifikasi berjalan,.
  • Pelaksana resertifikasi, hal ini mungkin baru dapat dilaksanakan setelah 5 tahun setelah sistem sertifikasi berjalan dengan baik

Kerja sama antara institusi terkait dikoordinasikan. IPKIN sebagai Asosiasi Profesi dapat memainkan peranan sebagai koordinator.

Dalam pembentukan mekanisme sertifikasi harus diperhatikan beberapa hal yang dapat dianggap sebagai kriteria utama:


  • Sistem sertifikasi sebaiknya kompatibel dengan pembagian pekerjaan yang diakui secara regional.
  • Memiliki berbagai instrument penilaian, misal test, studi kasus, presentasi panel, dan lain-lain.
  • Harus memiliki mekanisme untuk menilai dan memvalidasi pengalaman kerja dari para peserta, karena kompetensi profesional juga bergantung dari pengalaman kerja pada bidang tersebut.
  • Harus diakui pada negara asal.
  • Harus memiliki silabus dan materi pelatihan, yang menyediakan sarana untuk mempersiapkan diri untuk melakukan ujian sertifikasi tersebut.
  • Sebaiknya memungkinkan untuk dilakukan re-sertifikasi

Sebagai kriteria tambahan adalah :


  • Terintegrasi dengan Program Pengembangan Profesional
  • Dapat dilakukan pada region tersebut.

Dalam hal sertifikasi ini SEARCC memiliki peranan dalam hal :


  • Menyusun panduan
  • Memonitor/dan bertukar pengalaman
  • Mengakreditasi sistem sertifikasi, agar mudah diakui oleh negara lain anggota SEARCC
  • Mengimplementasi sistem yang terakreditasi tersebut
Sumber :http://bomy-id.blogspot.com/